Ter insipirasi posting media keberadaan Taman Wisata Air dengan nama Taman Wisata Lembah Sebangkong, beralamad di Jl Tempur Sari Dalangan desa Tempur Sari _ perjalan dari tempat ku membutuhkn waktu 27 menit perkiraan Google Map tidak terlalu jauh!!!.
Aku menempuh jalur lintas desa di awali nyebrang Kali Elo via jembatan KOPTI penghubung alternatif warga Kota Magelang dan dusun Grenggeng desa Sido Mulyo tempat ini aku tidak asing bersama komunitas beberapakali berkegiatan bersih – bersih di sini...Ketemu jalan Candi Mulyo lurus saja masuk jalan kampong Mejing tembus Jl Tegalrejo Candi Mulyo...Dari sini sudah ada papan penunjuk arah....melintasi jalan cor semen ...kesan pertama “kagum di sudut desa yg sejuk sekilas penilaian ku Gotong Rong masih berjalan baik terlihat desa cukup bersih di setiap rumah masih menyisakan pekarangan dengan tetanam yang terawat.

Ada petunjuk arah tempat yang ku tuju 600m, komen ku sesampai di lokasi adalah “waaou, di sudut desa ada lapangan luas berjajar kendaraan tamu pengunjung. Setelah memarkirkan kendaraan ku coba masuk dengan tiked masuk Rp 5000,00 yang sudah di beli oleh Mbak Nana...di depan pintu di sediakan buku tamu _ pengunjung boleh mengisi kritik dan saran...emm tata taman yang bagus dengan pilihan bunga warna warni dengan penataan serasi” gak apal jenis jenisnya.
Aku coba bertanya tanya di antara kepada para pengunjung salah satunya kepada ibu ibu tentang kesan “bagus - murah dan dekat pasti aman juga untuk anak anak.
Menurut keterangan Penjaga yang sangat ramah berbagi inspirasi “menjadikan nya tempat wisata,ada 3 sumber mata air yang di namakan Mata Air Sebanggkong di pergunakan utuk pertanian dan disaat tertentu masih sangat sisa timbul inspirasi memanfatkan menjadi kolam dan taman,untuk saat kemarau kita antisipasi juga dengan pembuatan sumur dalam,tempat sebenarnya blom resmi di louncing,tapi melalui media social dan internet tempat ini sudah banyak di kenal dan mengunjung ,harus dilayani sekaliyan bisa melengkapi sarana dan modal BUMDES karena tempat ini di kelola dengan konsep BUMDES.
Puas di sani Perjalanan ku lanjutkan arah selatan..maen di Karang Ampel sumber mata air beberapa kali ku ajak anak - anak main di tempat ini,meski tempat ini tidak berpindah juga sangat beda dari masa kecilku dulu hanya masih sama utuk turun dan naik dengan turunan terjal sangat ngos ngosan, kini sudah sebagian air di kelola PDAM ,tapi air nya masih banyak dan jerih sebagian sisa air masih di manfaatkan untuk pert anian daerah desa Tanpir Wetan Tampir Kulon,sisanya lagi mengalir di Kali Gono juga di manfaatkan oleh pelaku Pariwista Tubing.
Melengkapi perjalan pulang saju jalur perjalanan mampir di Tuk Lanang- Tuk Wedok desa Tampir Kulon disini terlihat juga udah ada pemanfatan ,terlihat ada bangunan bangunan dan jaringan pipa tapi sertinya bukan BUMDES,menurut keterangan warga di ambil ke Borobudur benar atau tidaknya tidak berkepentingan mengintograsi dan menyelidik.Warga juga masih bisa memanfaatkan dengan bebas dan gratis ,meski terlihat kesadaran menjaga masih sangat kurang ,sudah ada tempat sampah namun sisa bungkus detergen,bahkan pampers juga masih bertebar di sekitaran dan bibir sungai.
Candi Mulyo sebuah kecamatan yang potensial daerah Ngaran istilah para sesepuh ,kawasan antara sebelon sampai gunung tapi juga belom sampai lembah atau menjadi kota,selain sering menjadi tempat rujukan berburu durian juga kaya Sumber Mata Air missal nya sumber Kanoman dusun Sudi Moro desa Sido Mulyo yang dimanfatkan oleh PDAM Kota dan Kab Magelang 300ml / detik dari kabarnya debit total 600ml/detik konon kabar nya air tangkapan gunung merbabu sisi barat menempu perjalanan lebih dari 6 bulan utuk keluar di Kanoman yang ramai di padatai penduduk sekitar terutama di musim kemarau oleh karena air nya yang jerdih dan untuk sampai di lokasi sangatlah landai. Tidak ada jaringan irigasi teknis sehingga mayoritas luas wilayah tegalan.
Kontributor - 02/NP
Kontributor - 02/NP
Posting Komentar